Rombongan jamaah Travel Umroh Bandung dari Insan Qolbu mengambil miqat di Qarn Al Manazil
Potret rombongan jamaah Insan Qolbu Travel saat mengambil miqat dan berihram di Qarn Al Manazil (As-Sail al-Kabir) sebelum melaksanakan ibadah umroh.

Aturan Resmi Kemenag dan Sunnah Tentang Batas Miqat Jamaah Umroh

Memahami batas miqat adalah syarat mutlak sebelum Anda melangkah ke Tanah Suci. Sederhananya, miqat adalah garis batas awal di mana seorang jamaah wajib memulai niat ihram dan mengenakan pakaian ihram untuk haji atau umrah.

Jika batas ini terlewati tanpa berihram, jamaah wajib kembali ke titik miqat. Jika tidak, ibadahnya tetap sah namun ia berdosa dan wajib membayar dam (denda) berupa menyembelih seekor kambing.

Oleh karena itu, bagi warga Jawa Barat yang sedang merencanakan keberangkatan bersama Travel Umroh Bandung yang tepercaya, edukasi mengenai tata cara dan lokasi miqat ini harus dipahami sejak di Tanah Air.

Dua Jenis Miqat yang Wajib Diketahui

Dalam syariat Islam, miqat terbagi menjadi dua kategori utama, yakni Miqat Zamani (batas waktu) dan Miqat Makani (batas tempat).

Untuk ibadah haji, Miqat Zamani berlaku pada bulan-bulan tertentu (Syawal, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah). Namun untuk ibadah umrah, Miqat Zamani berlaku sepanjang tahun. Anda bisa melaksanakan umrah kapan saja.

Sementara itu, Miqat Makani adalah lokasi geografis yang telah ditetapkan oleh Rasulullah ﷺ sebagai titik awal memulai ihram.

5 Titik Miqat Makani Sesuai Ketetapan Rasulullah ﷺ

Penetapan batas tempat ini bersumber langsung dari hadits sahih. Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ telah menetapkan lima titik miqat:

“Rasulullah ﷺ telah menentukan miqat bagi penduduk Madinah di Dzul Hulaifah, bagi penduduk Syam di Juhfah, bagi penduduk Najd di Qarnul Manazil, dan bagi penduduk Yaman di Yalamlam…” (HR. Bukhari no. 1524 dan Muslim no. 1181).

Berikut adalah detail lokasinya untuk jamaah modern saat ini:

Dzul Hulaifah (Bir Ali)

Miqat khusus bagi jamaah yang datang dari arah Madinah. Lokasinya berjarak sekitar 9 kilometer dari pusat kota Madinah.

Yalamlam

Miqat bagi penduduk Yaman atau mereka yang datang dari arah selatan. Bagi jamaah Indonesia yang terbang langsung ke Jeddah, batas ini biasanya dilewati saat berada di atas pesawat.

Qarnul Manazil (As-Sail al-Kabir)

Miqat bagi jamaah dari arah Najd atau Riyadh.

Al-Juhfah

Miqat bagi penduduk Syam (Suriah, Yordania, Palestina) serta Mesir dan Afrika Utara. Saat ini, jamaah sering mengambil miqat di wilayah Rabigh yang berdekatan dengan Juhfah.

Dzatu ‘Irq

Miqat bagi penduduk Irak atau yang datang dari arah timur laut Makkah. Ketetapan ini ditambahkan pada masa Khalifah Umar bin Khattab.

Aturan Miqat Kemenag untuk Jamaah Indonesia

Berdasarkan panduan resmi Kementerian Agama (Kemenag) RI, pengambilan miqat bagi jamaah umrah Indonesia disesuaikan dengan rute penerbangan.

Rute Gelombang Madinah

Jika Anda mendarat di Madinah terlebih dahulu, maka Anda akan mengambil miqat di Dzul Hulaifah (Bir Ali) sebelum bus bergerak menuju Makkah. Anda disunnahkan mandi, memakai kain ihram di hotel atau di masjid Bir Ali, lalu salat sunnah dan berniat.

Rute Langsung Jeddah

Jika penerbangan Anda langsung menuju Bandara King Abdulaziz Jeddah (tanpa singgah di Madinah), maka Anda harus berihram di atas pesawat. Kru kabin biasanya akan memberikan pengumuman 1 jam hingga 30 menit sebelum pesawat melintasi garis sejajar Yalamlam atau Qarnul Manazil.

Pastikan Anda mengetahui tata cara memilih travel umroh premium yang menyediakan pembimbing (muthawwif) kompeten, agar Anda selalu dibimbing saat harus berganti pakaian ihram dan melafalkan niat di dalam kabin pesawat.

Mempersiapkan Umrah yang Sempurna

Pemahaman syariat seperti miqat ini adalah bagian dari panduan umroh yang idealnya diberikan pada saat bimbingan manasik. Ibadah yang khusyuk harus ditopang oleh ilmu yang benar dan fasilitas yang memadai.

Agar fisik tetap prima setelah perjalanan jauh dan menjalankan rangkaian tawaf serta sa’i, kenyamanan akomodasi tidak boleh dikompromikan. Pastikan biro perjalanan Anda telah mengatur fasilitas hotel umroh premium dekat Masjidil Haram agar mobilitas Anda dari dan menuju Ka’bah tidak menguras tenaga.

Pada akhirnya, biaya umroh premium yang Anda keluarkan akan sepadan dengan ketenangan batin yang didapatkan. Ketika seluruh aspek operasional ditangani oleh ahlinya, Anda bisa sepenuhnya fokus menjemput rida Allah di Tanah Suci.

Baca artikel lainnya

Sebelum hijrah Nabi Muhammad SAW, Madinah dikenal dengan nama Yatsrib dan telah dihuni oleh berbagai kelompok masyarakat. Saudipedia mencatat bahwa setelah Nabi Muhammad SAW hijrah pada tahun 622 M, kota tersebut kemudian dikenal sebagai Al-Madinah Al-Munawwarah. Hijrah membawa Nabi Muhammad SAW dan para sahabat dari Makkah ke Yatsrib sekaligus membuka babak baru bagi kota tersebut. […]

...

Air Zamzam yang diminum jamaah di Masjidil Haram berasal dari sumur di dekat Ka’bah. Sebelum tersedia melalui keran dan wadah air seperti sekarang, Zamzam telah menjadi sumber air bagi orang-orang yang tinggal dan datang ke Makkah. Kisah awalnya berkaitan dengan Hajar dan Ismail yang masih bayi, ketika mereka ditinggalkan Nabi Ibrahim di lembah yang belum […]

...

Masjid Qiblatain berada di kawasan Bani Salamah di Madinah. Masjid ini dikenal dalam sejarah Islam karena kawasan tersebut menjadi tempat terjadinya perubahan kiblat salat dari Baitul Maqdis di Yerusalem menuju Ka’bah di Makkah. Peristiwa itu terjadi pada tahun kedua Hijriah setelah Rasulullah SAW tinggal di Madinah selama sekitar enam belas atau tujuh belas bulan. Perintah […]

...