Pemandangan pelataran Masjidil Haram dan hotel bintang 5 depan masjid untuk panduan umroh premium Insan Qolbu
Kenyamanan akomodasi hotel bintang 5 tepat di depan pelataran Masjidil Haram Makkah yang menunjang kekhusyukan ibadah umroh premium.

Panduan Lengkap Umroh Premium Bintang 5

Umroh premium bukan hanya berarti hotel mewah atau makanan lengkap dan bahkan fasilitas tambahan padahal, manfaat paling penting dari program premium justru terasa saat calon jamaah merasakan ibadah yang nyaman seperti berkurangnya rasa lelah karena akses hotel yang mudah, rute penerbangan yang efisien, kesediaan transportasi antarkota yang dikelola dengan baik, jumlah rombongan yang tidak terlalu padat serta pembimbing yang mudah dijumpai ketika jamaah membutuhkan bantuan.

Perjalanan umroh melibatkan aktivitas fisik berulang. Jamaah berjalan dari hotel ke masjid, melaksanakan tawaf dan sa’i, mengikuti ziarah, berpindah kota, serta menyesuaikan diri dengan cuaca dan jadwal ibadah. Karena itu, memilih paket tidak cukup hanya membandingkan harga atau jumlah bintang hotel.

Apa yang Dimaksud Umroh Premium Bintang 5?

Umroh premium bintang 5 adalah paket perjalanan umroh yang menggabungkan akomodasi berkualitas, akses yang lebih mudah, perjalanan yang lebih efisien, serta pendampingan jamaah yang lebih terstruktur. Istilah “premium” bukan klasifikasi pemerintah yang memiliki satu standar baku. Karena itu, isi paket antara satu travel dan travel lain bisa berbeda.

Jangan menilai sebuah paket hanya dari labelnya. Ukur nilai premium melalui lima pertanyaan berikut:

  • Apakah lokasi dan akses hotel membantu jamaah menghemat tenaga?
  • Apakah jadwal penerbangan dan transit masuk akal bagi kondisi jamaah?
  • Apakah transportasi dan bagasi dikelola dengan jelas dari satu titik ke titik berikutnya?
  • Apakah pembimbing dan pendamping mudah dihubungi selama perjalanan?
  • Apakah seluruh komponen harga, ketentuan perubahan, dan biaya di luar paket dijelaskan secara tertulis?

Siapa yang Paling Terbantu oleh Paket Umroh Premium?

Paket premium dapat dipilih oleh siapa saja, tetapi manfaatnya biasanya lebih terasa bagi kelompok berikut:

  • Jamaah lansia atau jamaah dengan daya tahan berjalan terbatas.
  • Keluarga yang membawa anak dan membutuhkan jadwal lebih fleksibel.
  • Jamaah yang baru pertama kali umroh dan memerlukan pendampingan lebih intensif.
  • Pasangan atau keluarga yang mengutamakan privasi serta kualitas istirahat.
  • Jamaah dengan waktu terbatas yang ingin mengurangi transit dan waktu perjalanan darat.

Namun, paket termahal belum tentu menjadi pilihan terbaik. Profil kesehatan, kemampuan berjalan, tipe kamar, durasi, musim keberangkatan, dan anggaran tetap harus menjadi dasar keputusan.

Memahami Inti Ibadah Umrah Sebelum Memilih Paket

Fasilitas yang nyaman dapat membantu perjalanan, tetapi tidak menggantikan pengetahuan manasik. Jamaah perlu memahami mana yang termasuk syarat, rukun, wajib, sunnah, dan larangan ihram. Dengan bekal ini, jamaah tidak hanya mengikuti rombongan secara mekanis, tetapi mengetahui apa yang sedang dikerjakan dan mengapa urutannya penting.

Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah Kementerian Agama menyebut lima rukun umrah yaitu ihram atau niat, tawaf, sa’i, bercukur atau tahallul, dan tertib. Rukun tidak dapat ditinggalkan. Adapun wajib umrah mencakup memulai ihram dari miqat dan menjauhi larangan ihram. Perincian fikih dapat berbeda menurut mazhab atau keadaan jamaah, sehingga masalah khusus sebaiknya dikonsultasikan kepada pembimbing ibadah yang kompeten.

Syarat Umrah

Secara umum, seseorang dikenai kewajiban umrah ketika memenuhi syarat Islam, baligh, berakal, merdeka, dan mampu atau istita’ah. Kemampuan tidak hanya berarti mempunyai biaya, kondisi kesehatan, keamanan perjalanan, kesiapan dokumen, serta kemampuan menjalankan rangkaian ibadah juga perlu dipertimbangkan.

Bagi jamaah lansia, penyandang disabilitas, atau jamaah dengan penyakit tertentu, keterbatasan fisik tidak berarti harus kehilangan kesempatan beribadah. Yang diperlukan adalah penilaian kesehatan, pendamping yang tepat, ritme perjalanan yang realistis, dan fasilitas yang sesuai. Inilah salah satu titik ketika layanan premium dapat memberikan manfaat.

Rukun Umrah yang Tidak Boleh Ditinggalkan

1. Ihram dan niat

Ihram adalah keadaan seseorang setelah berniat memulai umrah dari miqat. Ihram tidak hanya berarti mengenakan dua lembar kain. Pakaian ihram merupakan bagian dari persiapan, sedangkan masuknya seseorang ke dalam ibadah ditandai oleh niat. Sejak berniat, jamaah wajib menjaga larangan ihram sampai tahallul.

Lafaz niat yang umum diajarkan adalah “Labbaika Allahumma ‘umratan”. Niat berada di dalam hati, pelafalan membantu menegaskan maksud. Ikuti tuntunan pembimbing mengenai waktu berniat, terutama untuk jamaah yang mengambil miqat di pesawat atau dalam perjalanan.

2. Tawaf tujuh putaran

Tawaf dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran, dimulai dan diakhiri sejajar Hajar Aswad, dengan Ka’bah berada di sebelah kiri. Jamaah perlu menjaga kesucian sesuai tuntunan yang dianut, menutup aurat, dan memastikan putaran dilakukan di area yang sah untuk tawaf.

Tidak perlu memaksakan diri mencium atau menyentuh Hajar Aswad ketika kondisi sangat padat. Keselamatan, ketertiban, dan tidak menyakiti jamaah lain harus dijaga. Jamaah dapat memberi isyarat ketika sejajar Hajar Aswad sesuai tuntunan. Bacaan selama tawaf tidak dibatasi pada satu teks panjang. Jamaah dapat berzikir, berdoa, membaca Al-Qur’an, atau menyampaikan doa pribadi dengan khusyuk.

3. Sa’i antara Safa dan Marwah

Sa’i dilaksanakan tujuh kali perjalanan antara Bukit Safa dan Marwah. Perjalanan dari Safa ke Marwah dihitung satu, dan dari Marwah kembali ke Safa dihitung dua, sehingga putaran ketujuh berakhir di Marwah. Jamaah laki-laki disunnahkan berlari kecil di area bertanda hijau jika kondisi memungkinkan, sedangkan perempuan berjalan biasa.

Sa’i merupakan rangkaian yang membutuhkan tenaga. Jamaah tidak perlu mengikuti kecepatan orang lain. Berjalanlah dengan ritme aman, manfaatkan kursi roda bila diperlukan, dan sepakati titik temu dengan pendamping jika rombongan terpisah.

4. Tahallul dengan mencukur atau memotong rambut

Setelah sa’i, jamaah bertahallul dengan mencukur atau memotong rambut. Bagi laki-laki, mencukur habis lebih utama menurut tuntunan yang umum diajarkan, namun memendekkan rambut juga diperbolehkan. Bagi perempuan, rambut dipotong sedikit, umumnya sekitar satu ruas jari, dengan tetap menjaga aurat. Setelah tahallul, larangan ihram berakhir.

5. Tertib

Rangkaian rukun dikerjakan sesuai urutan: ihram, tawaf, sa’i, lalu tahallul. Jangan berpindah tahap hanya karena mengikuti kerumunan. Jika ragu mengenai jumlah putaran atau keabsahan suatu rangkaian, segera bertanya kepada pembimbing sebelum melanjutkan.

Wajib Umrah (Miqat dan Menjaga Larangan Ihram)

Kementerian Agama menjelaskan miqat sebagai batas tempat atau waktu untuk memulai ihram. Untuk jamaah yang datang dari Madinah, miqat yang lazim digunakan adalah Dzulhulaifah atau Bir Ali. Jamaah yang terbang menuju Jeddah perlu mengikuti arahan pembimbing mengenai titik dan waktu berniat sebelum pesawat melintasi batas miqat.

Melewati miqat tanpa ihram termasuk persoalan fikih yang dapat menimbulkan kewajiban dam. Karena detail penanganannya bergantung keadaan, jamaah sebaiknya tidak memutuskan sendiri. Catat kronologi dan segera konsultasikan kepada pembimbing ibadah.

Persiapan Sebelum Ihram

Sebelum berniat, jamaah dapat melakukan mandi sunnah, membersihkan diri, memotong kuku dan rambut yang perlu dirapikan, memakai pakaian ihram, serta menggunakan wewangian pada badan sebelum niat sesuai tuntunan. Setelah niat, penggunaan wewangian harus dihentikan.

  • Pastikan kain ihram sudah terpasang aman dan tidak mudah terlepas saat bergerak.
  • Simpan sandal, kartu hotel, identitas jamaah, dan nomor pendamping dalam tas kecil yang mudah dijangkau.
  • Gunakan produk mandi atau tisu tanpa pewangi setelah niat jika tersedia.
  • Minum secukupnya dan ke toilet sebelum berniat, terutama bila perjalanan menuju Makkah masih panjang.
  • Dengarkan instruksi waktu niat; jangan tertidur tanpa pendamping yang mengingatkan ketika miqat mendekat.

Larangan Ihram yang Perlu Diingat

Setelah berniat, laki-laki dan perempuan wajib menjauhi larangan ihram. Beberapa larangan berlaku untuk keduanya, sementara sebagian berkaitan khusus dengan pakaian laki-laki atau penutup wajah dan tangan perempuan.

Larangan bagi laki-laki

  • Mengenakan pakaian yang membentuk anggota badan seperti baju dan celana.
  • Menutup kepala dengan penutup yang melekat.
  • Mengenakan alas kaki yang menutup mata kaki menurut tuntunan yang berlaku.

Larangan bagi perempuan

  • Menutup wajah dengan cadar atau penutup yang melekat langsung pada wajah.
  • Mengenakan sarung tangan. Pakaian tetap harus menutup aurat dan dibuat nyaman untuk bergerak.

Larangan bagi laki-laki dan perempuan

  • Memakai wewangian setelah niat ihram.
  • Memotong kuku atau mencukur dan mencabut rambut dengan sengaja.
  • Melakukan hubungan suami istri atau tindakan yang mengarah kepadanya.
  • Melangsungkan akad nikah, menikahkan, atau meminang menurut tuntunan fikih.
  • Berburu hewan darat yang dilarang diburu ketika ihram.
  • Bertengkar, berkata kotor, menyakiti orang lain, dan melakukan perbuatan fasik.

Kondisi darurat, kebutuhan medis, rambut yang rontok tanpa sengaja, penggunaan masker, atau pelanggaran yang terlanjur terjadi memerlukan penjelasan khusus. Jangan langsung menyimpulkan ibadah batal. Tanyakan kepada pembimbing agar solusi dan kewajiban yang mungkin timbul ditetapkan secara tepat.

Tata Cara Umrah dari Miqat sampai Tahallul

  1. Bersuci dan mengenakan pakaian ihram sebelum sampai di miqat. Laki-laki memakai dua lembar kain ihram, sedangkan perempuan memakai busana syar’i yang menutup aurat tanpa menetapkan warna tertentu.
  2. Berniat umrah di miqat atau ketika sejajar dengannya. Setelah niat, mulailah menjaga larangan ihram dan perbanyak talbiyah.
  3. Menuju Makkah dengan menjaga ketenangan. Gunakan waktu perjalanan untuk talbiyah, zikir, doa, dan istirahat secukupnya.
  4. Masuk Masjidil Haram dengan tertib, mendahulukan kaki kanan, membaca doa masuk masjid, dan mengikuti titik kumpul yang disepakati.
  5. Melaksanakan tawaf tujuh putaran mulai sejajar Hajar Aswad. Jangan memaksakan diri menerobos kepadatan.
  6. Setelah tawaf, melaksanakan salat sunnah tawaf bila kondisi memungkinkan tanpa menghalangi arus jamaah, kemudian minum air zamzam.
  7. Menuju Safa untuk memulai sa’i tujuh kali dan mengakhirinya di Marwah.
  8. Melakukan tahallul dengan mencukur atau memotong rambut. Pastikan proses ini dilakukan setelah sa’i selesai.
  9. Mengonfirmasi kepada pembimbing jika ada keraguan sebelum meninggalkan rangkaian ibadah.

Doa Umrah

Selain bacaan yang diajarkan dalam manasik, jamaah boleh berzikir, membaca ayat Al-Qur’an, beristigfar, berselawat, dan berdoa dengan bahasa yang dipahami. Siapkan daftar doa yang singkat dan personal sebelum berangkat seperti memohon ampunan, kesehatan, keteguhan iman, kebaikan keluarga, rezeki halal, serta doa untuk orang-orang yang menitipkan harapan. Dengan cara ini, jamaah tidak sibuk mengejar halaman buku doa hingga kehilangan perhatian pada ibadah dan kondisi sekelilingnya.

Tips Menjaga Fokus Ibadah dalam Kegiatan Umroh

Berikut beberapa tips menjaga fokus ibadah dalam kegiatan Umroh:

  • Pilih hotel yang aksesnya mudah agar tenaga tidak habis sebelum tiba di masjid.
  • Susun target ibadah sesuai kemampuan, bukan berdasarkan jadwal jamaah lain.
  • Batasi aktivitas belanja dan wisata yang mengurangi waktu istirahat atau ibadah.
  • Gunakan pendamping untuk memahami manasik, bukan hanya mengurus logistik.
  • Kenali waktu yang relatif lebih nyaman untuk beribadah berdasarkan arahan pembimbing dan kondisi kepadatan.
  • Jaga tidur, makan, dan hidrasi. Memelihara stamina merupakan bagian dari ikhtiar agar ibadah dapat diselesaikan dengan baik.
  • Jangan memaksakan ibadah sunnah sampai mengganggu pelaksanaan rukun, kesehatan, atau keselamatan.

Kemudahan Memilih paket Umroh Premium untuk Menjaga Fokus Ibadah

Ukuran premium yang paling relevan bagi jamaah bukan seberapa banyak fasilitas yang diterima, tetapi seberapa sedikit energi yang terbuang untuk mengatasi masalah perjalanan. Ketika hotel mudah diakses, informasi jelas, dan pendamping sigap, jamaah memiliki ruang mental yang lebih besar untuk beribadah.

1. Periksa akses Hotel bukan hanya peringkatnya (Bintang 5, 4, 3)

Hotel bintang 5 dapat menawarkan kamar yang lebih nyaman, layanan lengkap, dan lokasi strategis tetapi, jumlah bintang tidak otomatis berarti hotel berada paling dekat dengan masjid. Dua hotel dalam kelas yang sama dapat memiliki rute berjalan, kemiringan jalan, kepadatan lift, dan akses pintu masjid yang berbeda.

Sebagai contoh, situs resmi Pullman ZamZam Makkah menyebut hotel tersebut berada di kompleks Abraj Al Bait dan hanya beberapa langkah dari Masjidil Haram. Informasi semacam ini sebaiknya tetap dicocokkan dengan tipe kamar, pintu akses, rute berjalan rombongan, dan kondisi aktual pada musim keberangkatan.

Sebelum memilih, tanyakan nama hotel, status sudah pasti atau setaraf, tipe kamar, jumlah penghuni, menu makan, jarak rute berjalan, serta akses kursi roda. Jika travel menggunakan istilah “setaraf”, mintalah penjelasan apakah kesetaraannya mencakup lokasi dan bukan hanya kelas hotel.

2. Hitung seluruh perjalanan penerbangan

Penerbangan langsung dapat mengurangi perpindahan dan waktu tunggu, sehingga sering lebih nyaman bagi lansia. Akan tetapi, penerbangan transit tetap dapat menjadi pilihan baik jika jedanya wajar, bandara transit mudah dilalui, dan jadwal keseluruhannya tidak terlalu menguras tenaga.

Periksa kota keberangkatan, maskapai, jumlah transit, durasi menunggu, bandara kedatangan, bagasi, makanan, dan waktu perjalanan dari rumah menuju bandara. Jadwal yang terlihat singkat di brosur belum tentu singkat ketika seluruh rangkaiannya dihitung.

3. Transportasi Makkah–Madinah

Perjalanan antarkota dapat menggunakan bus atau Haramain High-Speed Railway, sesuai program dan ketersediaan operasional. Saudi Arabia Railways menjelaskan bahwa kereta Haramain beroperasi hingga 300 km/jam dan menghubungkan Makkah, Madinah, Jeddah, Bandara Internasional King Abdulaziz, serta King Abdullah Economic City.

Kereta dapat mengurangi waktu di jalan, tetapi manfaatnya baru terasa jika perpindahan jamaah dan bagasi dari hotel ke stasiun, kemudian dari stasiun ke hotel berikutnya yang dikelola dengan baik. Tanyakan kelas tiket, batas bagasi, jam keberangkatan, dan kendaraan penghubung yang disediakan.

4. Bimbingan ibadah dan manasik

Fasilitas fisik hanyalah sarana. Tujuan utamanya tetap ibadah yang dilaksanakan dengan benar dan tenang. Travel perlu menjelaskan jadwal manasik, profil pembimbing, cara konsultasi, serta pendampingan ketika ihram, miqat, tawaf, sa’i, dan tahallul.

Jamaah yang baru pertama kali berangkat membutuhkan penjelasan praktis, bukan hanya teori. Contohnya seperti titik berkumpul setelah tawaf, cara menghubungi pendamping jika terpisah, penanganan kursi roda, serta apa yang dilakukan ketika kondisi fisik tidak memungkinkan mengikuti ritme rombongan.

5. Jumlah peserta rombongan umroh dan rasio pendamping

Rombongan yang lebih kecil sering memudahkan komunikasi, tetapi jumlah peserta rombongan saja tidak cukup. Periksa jumlah tour leader, pembimbing ibadah, muthawwif, dan petugas yang benar-benar mendampingi. Tanyakan pula bagaimana pendamping membagi tugas ketika jamaah tiba di bandara, berpindah hotel, menjalankan ibadah, atau membutuhkan bantuan medis.

6. Makanan, kamar, dan kualitas istirahat

Jamaah membutuhkan pola makan dan tidur yang cukup agar stamina terjaga. Tanyakan berapa kali makan disediakan, lokasi restoran, variasi menu, konsumsi saat perjalanan, serta penanganan kebutuhan diet tertentu. Untuk kamar, samakan tipe okupansi saat membandingkan harga seperti quad, triple, double dan single yang memiliki konsekuensi biaya dan privasi yang berbeda.

7. Kepastian administrasi dan layanan

Nusuk Umrah merupakan platform resmi di bawah pengawasan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Platform tersebut memperlihatkan bahwa layanan umroh dapat mencakup visa, akomodasi, transportasi, konsumsi, penerbangan, dan layanan kunjungan. Bagi jamaah Indonesia yang mendaftar melalui travel, semua komponen yang dijanjikan tetap perlu tercantum jelas dalam dokumen paket.

Pastikan juga jenis visa, jadwal penyerahan paspor, asuransi, ketentuan pembatalan, dan kontak darurat dijelaskan sebelum pelunasan.

Perbandingan Umroh Reguler dan Umroh Premium

Aspek

Umroh reguler

Umroh premium

Prioritas

Efisiensi anggaran dan layanan standar

Efisiensi tenaga, akses, dan perhatian lebih personal

Hotel

Dapat lebih jauh atau memakai shuttle

Umumnya mengutamakan hotel berkualitas dengan akses lebih mudah

Penerbangan

Dapat langsung atau transit

Cenderung memilih rute dan jadwal yang mengurangi kelelahan

Transportasi

Bus antarkota lazim digunakan

Dapat memakai kereta Haramain atau pengaturan transfer yang lebih efisien

Rombongan

Dapat lebih besar

Sering lebih terkontrol, bergantung kebijakan travel

Kamar

Quad atau triple umum

Lebih banyak pilihan double, triple, atau single

Harga

Lebih terjangkau

Lebih tinggi karena lokasi, rute, layanan, dan okupansi

Catatan: tabel ini merupakan panduan umum. Isi paket setiap penyelenggara dapat berbeda dan harus diperiksa pada dokumen penawaran.

Cara Memilih Travel Umroh Premium yang Aman

Kementerian Agama menggunakan panduan “5 Pasti Umrah”: pastikan travel/PPIU berizin, jadwal dan maskapai jelas, harga serta layanan diketahui, hotel dapat dipastikan, dan visa sesuai. Prinsip ini tetap relevan untuk paket premium karena fasilitas tinggi tidak menggantikan legalitas dan kepastian dokumen.

  1. Cek izin PPIU dan identitas badan usaha. Jika mendaftar melalui agen, tanyakan PPIU induk yang bertanggung jawab.
  2. Minta itinerary, jadwal penerbangan, nama maskapai, rute, dan ketentuan perubahan secara tertulis.
  3. Pastikan nama hotel, lokasi, tipe kamar, jumlah penghuni, dan status konfirmasi.
  4. Periksa apa yang termasuk dan tidak termasuk dalam harga—terutama paspor, vaksin, perlakuan kamar single, kursi roda, bagasi, dan pengeluaran pribadi.
  5. Kenali pembimbing dan pendamping. Tanyakan jadwal manasik serta cara jamaah meminta bantuan.
  6. Baca kebijakan pembayaran, pembatalan, pergantian nama, perubahan jadwal, dan pengembalian dana.
  7. Bayar melalui mekanisme resmi perusahaan dan simpan invoice, formulir, brosur, serta bukti transfer.

Checklist Khusus Jamaah Lansia dan Keluarga

  • Konsultasikan kelayakan perjalanan dan obat rutin kepada tenaga kesehatan yang memahami kondisi jamaah.
  • Beritahukan kebutuhan kursi roda, diet, alat bantu, atau pendamping sejak awal pendaftaran.
  • Pilih hotel berdasarkan rute nyata menuju masjid, akses lift, dan kemudahan kembali ke kamar.
  • Hindari jadwal transit atau perpindahan yang terlalu padat jika jamaah mudah lelah.
  • Simpan identitas hotel, nomor pendamping, kartu jamaah, dan kontak keluarga di tempat yang mudah dijangkau.
  • Siapkan pendamping keluarga bila jamaah memerlukan bantuan pribadi yang tidak termasuk tugas petugas travel.

Informasi ini bersifat umum dan tidak menggantikan pemeriksaan atau saran medis individual.

Berapa Biaya Umroh Premium Bintang 5?

Tidak ada biaya umroh premium yang berlaku sepanjang tahun. Biaya dipengaruhi musim, kota keberangkatan, maskapai, kurs, lama perjalanan, hotel, tipe kamar, transportasi, konsumsi, dan jumlah jamaah. Karena itu, membandingkan paket hanya dari harga akhir berisiko menyesatkan.

Gunakan perbandingan setara seperti tanggal atau musim yang sama, kota keberangkatan sama, tipe kamar sama, durasi sebanding, dan hotel yang lokasinya benar-benar dapat dibandingkan. Selisih harga layak dibayar jika manfaatnya relevan seperti misalnya rute lebih ringan untuk orang tua, hotel lebih mudah diakses, atau pendampingan yang lebih sistematis.

 

Umroh premium bintang 5 layak dipilih ketika layanannya membantu jamaah menjalankan rukun dan wajib umrah dengan benar, menjaga stamina, serta menghadirkan ketenangan selama beribadah. Hotel dekat, perjalanan efisien, dan layanan personal hanyalah sarana. Tujuan akhirnya tetap sama: memenuhi panggilan Allah dengan ilmu, adab, dan hati yang sungguh-sungguh.

Karena itu, jangan berhenti pada pertanyaan tentang bintang hotel atau harga paket. Tanyakan juga kualitas manasik, kompetensi pembimbing, pendamping saat miqat, tawaf, sa’i, dan tahallul, serta penanganan jamaah yang memiliki keterbatasan. Paket terbaik adalah paket yang membuat kebutuhan perjalanan tertangani sehingga perhatian jamaah dapat kembali kepada ibadah.

 

Baca artikel lainnya

Sebelum hijrah Nabi Muhammad SAW, Madinah dikenal dengan nama Yatsrib dan telah dihuni oleh berbagai kelompok masyarakat. Saudipedia mencatat bahwa setelah Nabi Muhammad SAW hijrah pada tahun 622 M, kota tersebut kemudian dikenal sebagai Al-Madinah Al-Munawwarah. Hijrah membawa Nabi Muhammad SAW dan para sahabat dari Makkah ke Yatsrib sekaligus membuka babak baru bagi kota tersebut. […]

...

Air Zamzam yang diminum jamaah di Masjidil Haram berasal dari sumur di dekat Ka’bah. Sebelum tersedia melalui keran dan wadah air seperti sekarang, Zamzam telah menjadi sumber air bagi orang-orang yang tinggal dan datang ke Makkah. Kisah awalnya berkaitan dengan Hajar dan Ismail yang masih bayi, ketika mereka ditinggalkan Nabi Ibrahim di lembah yang belum […]

...

Masjid Qiblatain berada di kawasan Bani Salamah di Madinah. Masjid ini dikenal dalam sejarah Islam karena kawasan tersebut menjadi tempat terjadinya perubahan kiblat salat dari Baitul Maqdis di Yerusalem menuju Ka’bah di Makkah. Peristiwa itu terjadi pada tahun kedua Hijriah setelah Rasulullah SAW tinggal di Madinah selama sekitar enam belas atau tujuh belas bulan. Perintah […]

...