Maqam Ibrahim di dekat Ka'bah di Masjidil Haram Makkah
Maqam Ibrahim di depan Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah. Foto Saudi Press Agency (SPA), CC BY-SA 4.0.

Maqam Ibrahim dan Jejak Pembangunan Ka’bah oleh Nabi Ibrahim

Di area Masjidil Haram ada satu tempat yang sering dilihat jamaah ketika berada di sekitar Ka’bah, yaitu Maqam Ibrahim. Letaknya berada di area tawaf dan bentuknya terlihat seperti sebuah bangunan kecil yang melindungi batu di dalamnya. Bagi jamaah yang baru pertama kali datang ke Makkah, mungkin belum banyak yang mengetahui mengapa batu tersebut berada di dekat Ka’bah dan apa hubungannya dengan Nabi Ibrahim AS.

Maqam Ibrahim memiliki hubungan langsung dengan sejarah pembangunan Ka’bah. Dalam Shahih Bukhari disebutkan bahwa ketika Nabi Ibrahim AS mendapat perintah untuk membangun Baitullah bersama putranya, Nabi Ismail AS membantu membawa batu sementara Nabi Ibrahim AS menyusun bangunan tersebut. Ketika bangunan semakin tinggi dan Nabi Ibrahim AS mulai kesulitan mengangkat batu, beliau berdiri di atas batu Maqam Ibrahim untuk melanjutkan pembangunan.

Foto معتز توفيق اغبارية, Wikimedia Commons, CC BY-SA 3.0.

Kisah pembangunan Ka’bah bersama Nabi Ismail AS terdapat dalam Shahih Bukhari. Dalam riwayat tersebut, Nabi Ibrahim AS datang kepada Ismail AS dan menyampaikan bahwa Allah memerintahkannya untuk membangun sebuah rumah. Ismail AS menyatakan kesediaannya untuk membantu. Keduanya kemudian mulai membangun Ka’bah dengan Ismail AS membawa batu sementara Ibrahim AS menyusunnya.

Pekerjaan itu terus dilakukan sampai bangunan Ka’bah semakin tinggi. Ketika Nabi Ibrahim AS sudah tidak mampu lagi mengangkat batu ke bagian yang lebih tinggi, beliau berdiri di atas batu Maqam Ibrahim. Dari tempat itulah beliau melanjutkan pembangunan sementara Ismail AS tetap memberikan batu kepadanya. Dalam riwayat yang sama, keduanya juga berdoa agar Allah menerima pekerjaan yang mereka lakukan. Shahih Bukhari no. 3365 mencatat kisah tersebut secara panjang dan menjadi salah satu sumber utama untuk memahami hubungan Maqam Ibrahim dengan pembangunan Ka’bah.

Kisah ini membuat Maqam Ibrahim memiliki hubungan yang sangat dekat dengan sejarah Ka’bah. Batu tersebut tidak hanya berada di sekitar Masjidil Haram, tetapi juga disebut dalam riwayat ketika pembangunan Baitullah sedang berlangsung.

Maqam Ibrahim dalam Al-Qur’an

Maqam Ibrahim juga disebut secara langsung dalam Al-Qur’an. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 125, Allah menyebut Maqam Ibrahim ketika menjelaskan Ka’bah sebagai tempat yang didatangi manusia serta perintah untuk menjadikan Maqam Ibrahim sebagai tempat salat. Ayat yang sama juga menyebut perintah kepada Ibrahim dan Ismail untuk membersihkan Baitullah bagi orang-orang yang tawaf, beribadah dan melaksanakan salat.

Penyebutan Maqam Ibrahim dalam Al-Qur’an membuat tempat ini memiliki hubungan langsung dengan sejarah Ka’bah dan ibadah di Masjidil Haram. Nama Maqam Ibrahim tidak hanya dikenal karena kisah Nabi Ibrahim AS, tetapi juga disebut dalam ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan Baitullah.

Ibrahim dan Ismail Meninggikan Fondasi Baitullah

Surah Al-Baqarah ayat 127 menyebut Ibrahim dan Ismail ketika keduanya meninggikan fondasi Baitullah. Ayat tersebut juga menyebut doa keduanya agar Allah menerima pekerjaan yang mereka lakukan. Keterangan ini sejalan dengan riwayat Shahih Bukhari tentang Ibrahim dan Ismail yang membangun Ka’bah bersama.

Dari ayat tersebut terlihat bahwa pembangunan Ka’bah dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS bersama Nabi Ismail AS. Ismail AS membantu membawa batu yang kemudian disusun oleh ayahnya. Proses pembangunan itu dilakukan secara bertahap sampai bangunan semakin tinggi dan membutuhkan bantuan batu Maqam Ibrahim.

Kisah ini menjelaskan mengapa nama Maqam Ibrahim selalu berkaitan dengan Ka’bah. Tempat tersebut menjadi bagian dari salah satu peristiwa penting ketika Baitullah dibangun oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

Maqam Ibrahim dan Salat Setelah Tawaf

Maqam Ibrahim juga memiliki hubungan dengan pelaksanaan ibadah tawaf. Dalam Shahih Bukhari no. 1627 disebutkan bahwa Rasulullah SAW melakukan tawaf tujuh kali kemudian salat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim sebelum melanjutkan perjalanan menuju Safa.

Riwayat tersebut menjadi salah satu dasar yang membuat Maqam Ibrahim dikenal oleh jamaah yang melaksanakan umroh maupun haji. Karena itu, posisi Maqam Ibrahim di area Masjidil Haram tetap berkaitan dengan kegiatan ibadah sampai sekarang.

Pembahasan ini tidak perlu dipahami sebagai panduan tata cara tawaf. Yang penting untuk diketahui adalah hubungan antara Maqam Ibrahim dengan contoh ibadah Rasulullah SAW serta sejarah Ka’bah yang dibangun oleh Ibrahim dan Ismail.

Maqam Ibrahim di Masjidil Haram Saat Ini

Foto saudipics, Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0.

Maqam Ibrahim saat ini berada di area Mataf Masjidil Haram tidak jauh dari Ka’bah. Batu tersebut ditempatkan di dalam pelindung transparan sehingga jamaah dapat melihatnya tanpa harus menyentuh bagian batu secara langsung. Saudi Press Agency dalam laporan pada 10 Maret 2026 menjelaskan bahwa pelindung tersebut digunakan untuk menjaga batu sekaligus memungkinkan pengunjung melihatnya dengan jelas.

Saudi Press Agency juga menjelaskan bahwa batu Maqam Ibrahim memiliki dua cekungan yang dikenal sebagai bekas telapak kaki Nabi Ibrahim AS. Keterangan ini melengkapi riwayat Shahih Bukhari yang menyebut Nabi Ibrahim AS berdiri di atas batu tersebut ketika pembangunan Ka’bah semakin tinggi.

Ketika berada di Masjidil Haram, jamaah dapat melihat Maqam Ibrahim dari area sekitar Ka’bah. Bentuknya sekarang tentu berbeda dari keadaan pada masa Nabi Ibrahim AS karena tempat tersebut telah mengalami penataan dan perlindungan selama perjalanan sejarahnya. Namun batu yang berada di dalamnya tetap dikaitkan dengan kisah pembangunan Baitullah.

Jejak Nabi Ibrahim yang Masih Terlihat di Makkah

Bagi jamaah yang datang ke Makkah, Maqam Ibrahim menjadi salah satu tempat yang menarik untuk dikenali sebelum melihatnya secara langsung. Selama ini banyak orang mengenal Ka’bah sebagai pusat Masjidil Haram, tetapi di sekitarnya ada beberapa tempat yang memiliki cerita panjang dan berkaitan dengan sejarah para nabi.

Maqam Ibrahim menjadi salah satu di antaranya. Kisahnya membawa kita kembali pada masa ketika Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS membangun Baitullah dengan cara yang sangat sederhana. Batu yang digunakan untuk membantu Nabi Ibrahim AS bekerja kemudian tetap dikenal dalam sejarah Islam sebagai Maqam Ibrahim.

Mengetahui cerita tersebut dapat membuat jamaah lebih memahami tempat yang mereka lihat selama berada di Masjidil Haram. Ketika melewati area sekitar Ka’bah dan melihat pelindung Maqam Ibrahim, jamaah tidak hanya melihat sebuah bangunan kecil tetapi juga dapat mengingat kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS ketika meninggikan fondasi Baitullah.

Maqam Ibrahim dan Perjalanan Umroh

Perjalanan umroh membawa jamaah ke tempat-tempat yang memiliki sejarah panjang dalam Islam. Makkah menjadi salah satu kota yang paling banyak menyimpan jejak kehidupan Nabi Ibrahim AS dan keluarganya. Ka’bah, Zamzam, Safa dan Marwah serta Maqam Ibrahim memiliki cerita yang saling berhubungan dengan perjalanan tersebut.

Bagi calon jamaah yang sedang mencari travel umroh Bandung, mengenal sejarah tempat yang akan dikunjungi dapat menjadi bagian dari persiapan sebelum berangkat. Saat berada di Masjidil Haram, pengetahuan sederhana tentang Maqam Ibrahim dapat membantu jamaah memahami mengapa tempat tersebut berada di dekat Ka’bah dan mengapa namanya terus disebut dalam pembahasan tentang sejarah Baitullah.

Maqam Ibrahim bukan sekadar sebuah benda yang berada di tengah area Masjidil Haram. Sejarahnya berkaitan dengan pembangunan Ka’bah oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS serta dengan contoh ibadah Rasulullah SAW setelah tawaf. Karena itu, tempat ini tetap menjadi salah satu bagian penting yang dikenal oleh jamaah yang datang ke Makkah.

Baca artikel lainnya

Sebelum hijrah Nabi Muhammad SAW, Madinah dikenal dengan nama Yatsrib dan telah dihuni oleh berbagai kelompok masyarakat. Saudipedia mencatat bahwa setelah Nabi Muhammad SAW hijrah pada tahun 622 M, kota tersebut kemudian dikenal sebagai Al-Madinah Al-Munawwarah. Hijrah membawa Nabi Muhammad SAW dan para sahabat dari Makkah ke Yatsrib sekaligus membuka babak baru bagi kota tersebut. […]

...

Air Zamzam yang diminum jamaah di Masjidil Haram berasal dari sumur di dekat Ka’bah. Sebelum tersedia melalui keran dan wadah air seperti sekarang, Zamzam telah menjadi sumber air bagi orang-orang yang tinggal dan datang ke Makkah. Kisah awalnya berkaitan dengan Hajar dan Ismail yang masih bayi, ketika mereka ditinggalkan Nabi Ibrahim di lembah yang belum […]

...

Masjid Qiblatain berada di kawasan Bani Salamah di Madinah. Masjid ini dikenal dalam sejarah Islam karena kawasan tersebut menjadi tempat terjadinya perubahan kiblat salat dari Baitul Maqdis di Yerusalem menuju Ka’bah di Makkah. Peristiwa itu terjadi pada tahun kedua Hijriah setelah Rasulullah SAW tinggal di Madinah selama sekitar enam belas atau tujuh belas bulan. Perintah […]

...