Masjid Quba di Madinah tempat Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan hijrah
Masjid Quba di Madinah dengan empat menara dan deretan kubah, dokumentasi 2018. Foto: Tubi719 / Wikimedia Commons. Lisensi: CC BY-SA 4.0.

Masjid Quba di Madinah dan Kisah Perjalanan Hijrah Nabi Muhammad SAW

Masjid Quba di Madinah merupakan masjid yang dibangun Nabi Muhammad SAW bersama para sahabat ketika beliau tiba dalam perjalanan hijrah dari Makkah pada 622 M. Masjid ini berada di bagian barat daya Madinah, sekitar 3,5 kilometer dari Masjid Nabawi. Saat itu, Quba merupakan permukiman dengan kebun dan pepohonan kurma yang terletak di luar pusat Madinah. Keterangan mengenai letak dan sejarah masjid ini dimuat dalam Saudipedia.

Sejarah Masjid Quba berkaitan dengan masa awal kedatangan Rasulullah SAW di lingkungan masyarakat yang menerima beliau dan kaum Muslimin dari Makkah. Di tempat ini, beliau tinggal selama beberapa waktu dan mendirikan masjid sebelum melanjutkan perjalanan menuju lokasi yang kemudian menjadi Masjid Nabawi. Kisahnya tercatat dalam riwayat hijrah yang dihimpun Imam al-Bukhari.

Perjalanan Hijrah dari Makkah

Hijrah berlangsung ketika kaum Muslimin menghadapi tekanan di Makkah. Sebagian sahabat telah berangkat ke Madinah lebih dahulu, sementara Abu Bakar tetap menunggu untuk mendampingi Nabi Muhammad SAW. Dalam riwayat Aisyah pada Sahih al-Bukhari nomor 3905, Rasulullah SAW mendatangi rumah Abu Bakar dan memberitahukan bahwa beliau telah mendapat izin untuk berhijrah.

Persiapan perjalanan melibatkan keluarga dan orang-orang yang dipercaya. Asma binti Abu Bakar membantu menyiapkan bekal. Setelah meninggalkan Makkah, Rasulullah SAW dan Abu Bakar tinggal di Gua Tsur selama tiga malam. Abdullah bin Abu Bakar mendatangi mereka pada malam hari untuk menyampaikan informasi mengenai rencana kaum Quraisy, sedangkan Amir bin Fuhairah membawa ternak yang susunya menjadi bagian dari bekal mereka.

Rasulullah SAW dan Abu Bakar juga menggunakan jasa seorang penunjuk jalan yang memahami medan perjalanan. Setelah masa persembunyian tersebut, mereka melanjutkan perjalanan melalui jalur ke arah pesisir. Riwayat ini memperlihatkan persiapan hijrah yang mencakup bekal, informasi, tempat singgah, dan pemilihan rute.

Kedatangan Nabi Muhammad SAW di Quba

Kabar keberangkatan Rasulullah SAW telah sampai kepada kaum Muslimin di Madinah. Mereka keluar setiap pagi untuk menunggu kedatangan beliau dan kembali ke rumah ketika panas semakin terik. Penantian itu berakhir ketika rombongan Rasulullah SAW terlihat mendekati kawasan Madinah.

Sahih al-Bukhari nomor 3906 menyebut beliau tiba di permukiman Bani Amr bin Auf pada hari Senin, bulan Rabiulawal. Penduduk menyambut kedatangannya. Sebagian orang yang belum pernah bertemu Rasulullah SAW sempat mengira Abu Bakar sebagai beliau, hingga Abu Bakar memberikan naungan kepada Nabi dari terik matahari.

Selama tinggal di kawasan Quba, Rasulullah SAW mendirikan masjid dan melaksanakan salat di dalamnya. Pembangunan Masjid Quba menjadi salah satu kegiatan awal beliau setelah tiba dalam perjalanan hijrah. Tempat tersebut kemudian terus dikenal sebagai bagian penting dari sejarah kedatangan Nabi Muhammad SAW di Madinah.

Dari Quba Menuju Masjid Nabawi

Setelah tinggal di Quba, Rasulullah SAW melanjutkan perjalanan. Riwayat Anas bin Malik dalam Sahih al-Bukhari nomor 428 menceritakan bahwa beliau memanggil Bani Najjar, yang kemudian datang dan mengiringi perjalanan hingga beliau singgah di halaman rumah Abu Ayyub al-Anshari. Riwayat tersebut juga menjelaskan persiapan lahan dan pembangunan masjid yang kemudian dikenal sebagai Masjid Nabawi.

Perjalanan dari Quba juga berkaitan dengan lokasi Masjid Jumat di kawasan Wadi Ranuna. Menurut Saudipedia, tempat tersebut dikenal sebagai lokasi Rasulullah SAW melaksanakan salat Jumat pertama beliau di Madinah setelah hijrah. Masjid Jumat berada sekitar 900 meter di sebelah utara Masjid Quba. Kedua tempat ini memiliki hubungan sejarah, tetapi merupakan masjid yang berbeda.

Kebiasaan Nabi Mengunjungi Masjid Quba

Setelah menetap di Madinah, Rasulullah SAW tetap mengunjungi Masjid Quba. Abdullah bin Umar meriwayatkan bahwa beliau datang setiap hari Sabtu, terkadang dengan berjalan kaki dan terkadang menggunakan tunggangan. Keterangan ini terdapat dalam Sahih al-Bukhari nomor 1193.

Riwayat berikutnya, Sahih al-Bukhari nomor 1194, menyebut Rasulullah SAW melaksanakan salat dua rakaat di Masjid Quba. Kebiasaan tersebut menunjukkan bahwa hubungan beliau dengan Quba berlanjut setelah masa persinggahan dalam perjalanan hijrah. Masjid ini tetap menjadi tempat yang beliau datangi untuk beribadah.

Suasana jamaah di bagian dalam Masjid Quba pada 2024. Foto: Kaliper1 / Wikimedia Commons. Lisensi: CC BY-SA 4.0.

Keutamaan Salat di Masjid Quba

Keutamaan salat di Masjid Quba disebut dalam hadis yang diriwayatkan Sahl bin Hunaif. Pada Sunan Ibnu Majah nomor 1412, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang yang bersuci di rumahnya, kemudian datang ke Masjid Quba dan melaksanakan salat di dalamnya, memperoleh pahala seperti pahala umrah.

Riwayat tersebut menyebut rangkaian yang jelas, yaitu bersuci dari tempat tinggal, mendatangi Masjid Quba, kemudian melaksanakan salat. Bagi jamaah yang sedang berada di Madinah, persiapan kunjungan dapat dimulai dengan berwudu di tempat menginap sebelum berangkat menuju masjid.

Perubahan Bangunan Masjid Quba

Masjid Quba mengalami perbaikan dan pembangunan kembali pada berbagai masa. Saudipedia mencatat pembaruan pada masa Utsman bin Affan, kemudian penambahan bangunan dan menara pada masa Umar bin Abdul Aziz. Perawatan masjid berlanjut pada pemerintahan-pemerintahan berikutnya selama berabad-abad.

Dokumentasi lama Masjid Quba yang dicatat Wikimedia Commons berasal dari sebelum 1900. Foto: fotografer tidak diketahui; sumber kartu pos lama / Wikimedia Commons. Lisensi: CC BY-SA 4.0.

Pada masa pemerintahan Saudi, perbaikan dilakukan antara lain pada 1968, ketika dinding luar diperbarui dan area masjid diperluas ke arah utara. Pembangunan besar berikutnya berlangsung pada masa Raja Fahd pada dekade 1980-an. Bangunan lama dibangun kembali dengan memasukkan lahan di sekelilingnya untuk menyediakan ruang yang lebih luas. Tahapan tersebut dicatat dalam linimasa perluasan Masjid Quba di Saudipedia.

Perubahan tersebut membentuk tampilan Masjid Quba yang dikenal jamaah sekarang, dengan empat menara dan deretan kubah. Bangunannya merupakan hasil pembangunan lintas zaman di lokasi masjid yang memiliki hubungan langsung dengan perjalanan hijrah Rasulullah SAW.

Proyek Perluasan Masjid Quba

Pada Apr 8, 2022, Putra Mahkota Mohammed bin Salman mengumumkan proyek perluasan Masjid Quba atas nama Raja Salman. Proyek tersebut menargetkan luas sekitar 50.000 meter persegi dengan kapasitas sekitar 66.000 jamaah setelah perluasan. Angka itu merupakan sasaran proyek, sehingga perlu dibedakan dari kapasitas bangunan sebelum pengembangan.

Menurut penjelasan Saudipedia mengenai proyek perluasan Masjid Quba, pengembangan mencakup pelataran dengan peneduh, tempat salat tambahan, fasilitas pendukung, dan perbaikan akses. Penataan kawasan juga mencakup 57 lokasi bersejarah, termasuk sumur, kebun, dan lahan pertanian di sekitarnya.

Pengembangan tersebut dirancang untuk menampung lebih banyak jamaah sekaligus memperbaiki pengaturan arus pengunjung. Kawasan bersejarah di sekitar masjid turut menjadi bagian dari penataan agar hubungan Quba dengan sejarah Madinah tetap dapat dikenali.

Pengembangan Layanan pada 2026

Selain proyek perluasan, terdapat pembaruan layanan di kawasan Masjid Quba. Pada Mei 11, 2026, Saudi Press Agency melaporkan dimulainya uji coba kendaraan antar-jemput otomatis di pelataran dalam masjid. Kendaraan tersebut menggunakan lintasan sepanjang lebih dari 700 meter dengan titik keberangkatan di dekat akses jamaah laki-laki dan perempuan. Karena pengumumannya menyebut tahap uji coba, ketersediaan layanan perlu ditanyakan kepada petugas saat berkunjung.

Dalam laporan terpisah pada Mei 18, 2026, SPA menjelaskan pelayanan jamaah pada awal Zulhijah. Otoritas Pengembangan Wilayah Madinah mengatur jalur masuk dan keluar, meningkatkan kebersihan, menyediakan pengarahan dalam berbagai bahasa, serta memantau kesiapan fasilitas sepanjang waktu. Pengaturan tersebut dilakukan untuk membantu kelancaran kunjungan pada musim Haji.

Berkunjung ke Masjid Quba Selama di Madinah

Suasana di sekitar pintu masuk Masjid Quba pada malam hari, dokumentasi 2023. Foto: MrSalmon2 / Wikimedia Commons. Lisensi: CC BY-SA 4.0.

Jamaah yang berangkat bersama rombongan sebaiknya mengetahui waktu kunjungan, lokasi turun kendaraan, dan titik berkumpul setelah salat. Tentukan tempat bertemu yang mudah dikenali, terutama apabila anggota keluarga menggunakan pintu masuk yang berbeda. Ikuti petunjuk di lokasi dan arahan petugas selama berada di kawasan masjid.

Bagi keluarga yang mendampingi orang tua, sediakan waktu yang cukup untuk berjalan, beristirahat, dan kembali menuju kendaraan. Jadwal kunjungan sebaiknya memberi kesempatan kepada jamaah untuk melaksanakan salat dengan tenang serta mendengarkan penjelasan sejarah dari pembimbing.

Calon jamaah yang sedang mencari travel umroh Bandung dapat menanyakan apakah kunjungan ke Masjid Quba termasuk dalam program selama di Madinah. Tanyakan pula pendampingan dan waktu yang disediakan, sehingga kunjungan dapat digunakan untuk beribadah sekaligus mengenal salah satu tempat penting dalam perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW.

Baca artikel lainnya

Sebelum hijrah Nabi Muhammad SAW, Madinah dikenal dengan nama Yatsrib dan telah dihuni oleh berbagai kelompok masyarakat. Saudipedia mencatat bahwa setelah Nabi Muhammad SAW hijrah pada tahun 622 M, kota tersebut kemudian dikenal sebagai Al-Madinah Al-Munawwarah. Hijrah membawa Nabi Muhammad SAW dan para sahabat dari Makkah ke Yatsrib sekaligus membuka babak baru bagi kota tersebut. […]

...

Air Zamzam yang diminum jamaah di Masjidil Haram berasal dari sumur di dekat Ka’bah. Sebelum tersedia melalui keran dan wadah air seperti sekarang, Zamzam telah menjadi sumber air bagi orang-orang yang tinggal dan datang ke Makkah. Kisah awalnya berkaitan dengan Hajar dan Ismail yang masih bayi, ketika mereka ditinggalkan Nabi Ibrahim di lembah yang belum […]

...

Masjid Qiblatain berada di kawasan Bani Salamah di Madinah. Masjid ini dikenal dalam sejarah Islam karena kawasan tersebut menjadi tempat terjadinya perubahan kiblat salat dari Baitul Maqdis di Yerusalem menuju Ka’bah di Makkah. Peristiwa itu terjadi pada tahun kedua Hijriah setelah Rasulullah SAW tinggal di Madinah selama sekitar enam belas atau tujuh belas bulan. Perintah […]

...