Jamaah berada di area Masjidil Haram Makkah
Jamaah saat berada di area Masjidil Haram, Makkah, dalam rangkaian perjalanan umroh.

Mengenal Pusat Layanan Jamaah 24 Jam di Masjidil Haram

Jamaah yang membutuhkan bantuan saat berada di Masjidil Haram bisa mendatangi pusat layanan yang tersedia di kawasan masjid. Petugas melayani pertanyaan tentang lokasi, fasilitas, barang hilang hingga jamaah yang terpisah dari keluarga atau rombongan. Pada 20 September 2026, General Authority for the Care of the Grand Mosque and the Prophet’s Mosque mengumumkan bahwa pusat layanan jamaah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi beroperasi selama 24 jam sepanjang tahun.

Secara keseluruhan terdapat 21 pusat layanan di dua masjid suci, terdiri dari dua pusat utama dan 19 pusat cabang. Layanan ini penting diketahui terutama oleh jamaah yang baru pertama kali datang ke Makkah. Masjidil Haram memiliki banyak pintu, lantai, jalur keluar masuk dan fasilitas, sehingga jamaah perlu mengetahui tempat yang bisa didatangi saat membutuhkan bantuan.

Petunjuk Arah dan Lokasi di Masjidil Haram

Salah satu layanan yang tersedia adalah petunjuk arah. Jamaah bisa bertanya kepada petugas ketika mencari pintu, fasilitas atau lokasi tertentu di kawasan Masjidil Haram. Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi juga mencantumkan Enaya Center sebagai salah satu fasilitas pelayanan jamaah. Papan petunjuk dalam berbagai bahasa juga tersedia di pintu masuk dan keluar, area sa’i, mataf serta sejumlah fasilitas umum.

Petunjuk tersebut berguna ketika jamaah keluar melalui pintu yang berbeda dari saat masuk atau belum mengenal susunan Masjidil Haram. Pada 21 September 2026, otoritas Masjidil Haram juga kembali menjelaskan penggunaan layar elektronik di pintu dan kawasan luar masjid. Layar tersebut menampilkan informasi mengenai akses dan pergerakan jamaah di sekitar Masjidil Haram.

Layanan Informasi dalam Berbagai Bahasa

Jamaah Masjidil Haram datang dari berbagai negara sehingga pelayanan informasi tidak hanya menggunakan bahasa Arab. Dalam pengumuman mengenai pusat layanan 24 jam, otoritas menyebut petugas melayani pertanyaan jamaah dalam berbagai bahasa. Kementerian Haji dan Umrah juga mencatat adanya layanan bantuan dalam tujuh bahasa di Masjidil Haram.

Layanan penerjemahan di kawasan masjid memiliki cakupan yang lebih luas. Otoritas Masjidil Haram menyebut layanan pengarahan dan informasi tersedia dalam lebih dari 50 bahasa melalui petugas, panduan digital dan layar elektronik. Jamaah Indonesia yang kesulitan menjelaskan lokasi atau kebutuhan tertentu juga bisa menunjukkan nama tempat, hotel atau informasi lainnya melalui ponsel saat berbicara dengan petugas.

Layanan Barang Hilang

Barang yang tertinggal atau hilang bisa terjadi ketika jamaah berada di kawasan yang ramai. Pusat layanan menerima laporan kehilangan dan menangani proses pencarian serta pengembalian barang kepada pemiliknya. Saat melapor, jamaah bisa menjelaskan barang yang dicari, lokasi terakhir serta waktu ketika barang tersebut masih dibawa.

Jamaah sebaiknya tetap membawa identitas dan menyimpan informasi hotel selama berada di Masjidil Haram. Nama hotel, nomor pembimbing atau tour leader juga bisa disimpan di ponsel. Informasi tersebut akan lebih mudah digunakan ketika jamaah harus meminta bantuan petugas atau terpisah dari rombongan.

Tempat Penitipan Barang di Masjidil Haram

Masjidil Haram juga memiliki tempat penitipan barang. Menurut informasi resmi General Authority for the Care of the Grand Mosque and the Prophet’s Mosque, layanan penitipan tersedia di dekat Makkah Library di pelataran timur dan di seberang Gate 64 pada pintu masuk pelataran barat Al-Shubaikah.

Jamaah yang menggunakan layanan tersebut perlu menyimpan tanda terima dan mengikuti ketentuan penitipan. Barang berharga dan barang yang dilarang tidak termasuk barang yang bisa dititipkan. Lokasi maupun ketentuannya sebaiknya diperiksa kembali saat akan digunakan karena pengaturan layanan di Masjidil Haram bisa berubah mengikuti kondisi operasional.

Layanan untuk Jamaah Lansia dan Penyandang Disabilitas

Jamaah lansia dan penyandang disabilitas juga bisa meminta bantuan melalui pusat layanan. Petugas dapat mengarahkan jamaah menuju fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Masjidil Haram menyediakan jalur kursi roda, ramp pada sejumlah pintu, lift dan beberapa akses khusus untuk mendukung pergerakan jamaah.

Kursi roda manual dan elektrik juga tersedia melalui layanan yang telah disiapkan pengelola masjid. Keluarga yang berangkat bersama orang tua sebaiknya mengetahui lokasi fasilitas tersebut sejak awal berada di Makkah. Informasi mengenai lokasi lift, jalur kursi roda atau tempat meminta bantuan akan berguna ketika kondisi fisik orang tua mulai lelah.

Jika Terpisah dari Keluarga atau Rombongan

Kepadatan di Masjidil Haram bisa membuat jamaah terpisah dari keluarga atau rombongan. Pusat layanan juga menangani jamaah yang kehilangan arah atau tidak menemukan pendampingnya, termasuk perempuan dan anak-anak yang terpisah dari keluarga sampai mereka kembali bertemu dengan pendamping.

Kementerian Haji dan Umrah mengimbau orang tua untuk tetap mendampingi anak selama berada di Masjidil Haram. Anak juga dianjurkan memakai gelang identitas yang mencantumkan nama dan informasi kontak keluarga. Untuk rombongan, menentukan titik bertemu sebelum berpencar akan memudahkan jika ada anggota yang terpisah, terutama jika menggunakan nomor pintu atau lokasi yang mudah dikenali sebagai patokan.

Mencari Pusat Layanan melalui QR Code

Otoritas Masjidil Haram menyediakan QR Code untuk membantu jamaah mencari pusat layanan terdekat. Informasi tersebut termasuk dalam pengumuman pusat layanan 24 jam pada 20 September 2026. Selain itu, Masjidil Haram memiliki peta interaktif yang memuat berbagai fasilitas di kawasan masjid.

Melalui peta tersebut, jamaah bisa melihat lokasi pintu, toilet, lift, eskalator, fasilitas untuk penyandang disabilitas dan sejumlah titik pelayanan lainnya. Peta cukup berguna ketika jamaah belum mengenal susunan Masjidil Haram, tetapi arahan petugas tetap perlu diperhatikan karena jalur tertentu bisa berubah ketika kondisi sedang ramai.

Nomor Layanan 1966

Jamaah tidak harus datang langsung ke pusat layanan untuk mencari informasi. General Authority for the Care of the Grand Mosque and the Prophet’s Mosque juga menyediakan pusat panggilan melalui nomor 1966 yang beroperasi selama 24 jam untuk menerima pertanyaan, laporan dan kebutuhan pengunjung Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Pada Agustus 2026, Kementerian Haji dan Umrah melaporkan bahwa Pilgrim Care Center melalui nomor yang sama melayani jamaah dalam lebih dari 11 bahasa. Sejak musim umroh 1447 H dimulai hingga laporan tersebut diterbitkan, pusat layanan telah menerima lebih dari 134.000 panggilan. Jamaah bisa menyimpan nomor tersebut bersama nomor pembimbing, tour leader dan anggota keluarga sebelum banyak beraktivitas di Masjidil Haram.

Informasi Layanan Selama Berada di Makkah

Pusat layanan, nomor 1966, petugas di sekitar masjid dan titik berkumpul rombongan merupakan beberapa informasi yang berguna selama jamaah berada di Makkah. Jamaah tidak perlu menghafal seluruh fasilitas di Masjidil Haram, tetapi setidaknya mengetahui tempat untuk bertanya ketika membutuhkan bantuan.

Informasi seperti ini juga bisa disampaikan saat manasik sebelum keberangkatan. Selain jadwal perjalanan, jamaah bisa mengenali akses hotel, pintu Masjidil Haram, titik berkumpul rombongan dan layanan yang tersedia selama berada di Makkah. Calon jamaah yang sedang mencari travel umroh Bandung juga bisa menanyakan lokasi hotel, akses menuju Masjidil Haram dan pendampingan rombongan saat berkonsultasi mengenai program umroh.

Rangkuman Praktis untuk Jamaah

Sebelum pergi ke Masjidil Haram, jamaah bisa menyimpan beberapa informasi penting di ponsel, seperti nama hotel, nomor pembimbing atau tour leader, nomor layanan 1966 dan titik berkumpul rombongan. Jika bepergian bersama anak atau orang tua, pastikan mereka juga mengetahui nama hotel dan membawa identitas yang mudah dikenali.

Saat berada di Masjidil Haram, perhatikan nomor pintu, papan petunjuk dan lokasi yang mudah dikenali. Jika kehilangan arah, terpisah dari rombongan atau kehilangan barang, jamaah bisa mendatangi pusat layanan dan meminta bantuan petugas. Untuk jamaah lansia atau penyandang disabilitas, tanyakan lokasi lift, jalur kursi roda atau layanan mobilitas sebelum berjalan terlalu jauh.

Jamaah juga bisa menggunakan QR Code dan peta interaktif untuk mencari fasilitas seperti toilet, lift, eskalator dan pusat layanan. Karena kondisi di sekitar masjid dapat berubah saat ramai, arahan petugas tetap menjadi acuan ketika jalur atau akses tertentu dialihkan.

Beberapa hal yang sebaiknya disiapkan:

  • simpan nama dan lokasi hotel di ponsel;
  • simpan nomor pembimbing, tour leader dan 1966;
  • tentukan titik bertemu dengan keluarga atau rombongan;
  • perhatikan nomor pintu saat masuk dan keluar;
  • bawa identitas atau kartu hotel;
  • gunakan pusat layanan jika kehilangan barang atau terpisah dari rombongan;
  • tanyakan akses kursi roda, lift atau fasilitas lansia jika diperlukan.
Baca artikel lainnya

Sebelum hijrah Nabi Muhammad SAW, Madinah dikenal dengan nama Yatsrib dan telah dihuni oleh berbagai kelompok masyarakat. Saudipedia mencatat bahwa setelah Nabi Muhammad SAW hijrah pada tahun 622 M, kota tersebut kemudian dikenal sebagai Al-Madinah Al-Munawwarah. Hijrah membawa Nabi Muhammad SAW dan para sahabat dari Makkah ke Yatsrib sekaligus membuka babak baru bagi kota tersebut. […]

...

Air Zamzam yang diminum jamaah di Masjidil Haram berasal dari sumur di dekat Ka’bah. Sebelum tersedia melalui keran dan wadah air seperti sekarang, Zamzam telah menjadi sumber air bagi orang-orang yang tinggal dan datang ke Makkah. Kisah awalnya berkaitan dengan Hajar dan Ismail yang masih bayi, ketika mereka ditinggalkan Nabi Ibrahim di lembah yang belum […]

...

Masjid Qiblatain berada di kawasan Bani Salamah di Madinah. Masjid ini dikenal dalam sejarah Islam karena kawasan tersebut menjadi tempat terjadinya perubahan kiblat salat dari Baitul Maqdis di Yerusalem menuju Ka’bah di Makkah. Peristiwa itu terjadi pada tahun kedua Hijriah setelah Rasulullah SAW tinggal di Madinah selama sekitar enam belas atau tujuh belas bulan. Perintah […]

...